Kanker darah adalah jenis kanker yang menyerang sistem pembentukan darah, termasuk sumsum tulang dan sistem limfatik. Kanker ini muncul ketika sel-sel darah mengalami mutasi yang mengarah pada pertumbuhan yang tidak terkendali, sehingga mengganggu fungsi normal tubuh dalam memproduksi sel darah yang sehat.
Ada tiga jenis utama kanker darah yang perlu diketahui:
1. Leukemia – yang menyerang sel darah putih.
2. Limfoma – yang menyerang sistem limfatik.
3. Myeloma – yang berfokus pada sel plasma di dalam sumsum tulang.
Meskipun penyebab pasti kanker darah masih dalam penelitian, para ahli telah menemukan berbagai faktor risiko dan kondisi yang diduga berkontribusi pada munculnya penyakit ini. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci penyebab kanker darah, faktor risiko yang terlibat, serta langkah-langkah untuk menjaga diri agar terhindar dari penyakit ini.

Jenis Kanker Darah
Dari ketiga jenis kanker darah, leukemia merupakan yang paling umum dan banyak dialami, terutama di kalangan anak-anak. Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sepanjang tahun 2022 tercatat 2. 000 pasien kanker anak, dan 673 di antaranya didiagnosis menderita leukemia.
1. Leukemia
Leukemia adalah jenis kanker darah yang mempengaruhi hemoglobin, leukosit, dan trombosit. Gejala yang ditunjukkan tergantung pada jenis leukemia yang diderita. Biasanya, pada leukemia yang berkembang lambat, pasien tidak menunjukkan gejala. Namun, pada jenis yang berkembang cepat, gejala seperti kelelahan, rentan terhadap infeksi, dan mudah berdarah sering muncul.
2. Limfoma
Limfoma merupakan kanker ganas yang terjadi akibat perubahan abnormal pada limfosit, yang tumbuh secara tidak terkendali. Terdapat dua subtipe utama:
– Hodgkin: Sering menyerang dewasa muda antara usia 15-30 tahun dan dewasa di atas 50 tahun, meskipun jarang ditemui.
– Non-Hodgkin: Lebih umum dan sering muncul pada kelompok usia lebih tua. Limfoma Non-Hodgkin menjadi jenis kanker yang ketujuh paling banyak ditemukan di Indonesia.
3. Multiple Myeloma
Juga dikenal sebagai myeloma, jenis kanker ini menyerang sel plasma dalam sumsum tulang, jaringan spons yang berfungsi memproduksi sel-sel darah. Disebut “multiple” karena penyakit ini sering mempengaruhi beberapa bagian tubuh, termasuk tulang belakang, tengkorak, panggul, dan tulang rusuk. Multiple myeloma muncul ketika sel plasma abnormal berkembang berlebihan dan mengganggu sel-sel sehat di sekitarnya.
Apa Itu Kanker Darah?
Kanker darah terjadi ketika pertumbuhan sel abnormal mengganggu produksi dan fungsi sel-sel darah. Dalam keadaan normal, tubuh memproduksi miliaran sel darah setiap hari yang hidup dan mati sesuai kebutuhan. Namun, pada penderita kanker darah, proses ini tidak berjalan dengan baik, sehingga sel darah tidak mati seperti seharusnya dan malah tumbuh tanpa kendali. Jenis kanker darah yang paling umum ada tiga: leukemia, yang menyerang sumsum tulang dan darah; limfoma, yang mempengaruhi limfosit; dan myeloma, yang menyerang sel plasma yang memproduksi antibodi.
Penyebab Kanker Darah
1. Mutasi Genetik
Banyak kasus kanker darah disebabkan oleh mutasi genetik yang terjadi pada DNA sel darah. Mutasi ini dapat memicu pertumbuhan sel yang abnormal dan tidak terkontrol. Mutasi bisa terjadi secara spontan atau akibat paparan terhadap zat tertentu. Dalam beberapa kasus, mutasi ini juga bisa bersifat bawaan dan diturunkan dari orang tua. Namun, tidak semua mutasi genetik akan menyebabkan kanker; hanya mutasi tertentu yang mampu mengganggu siklus hidup sel darah dan mengubahnya menjadi ganas.
2. Paparan Radiasi Tinggi
Paparan radiasi dalam jumlah besar, seperti yang disebabkan oleh bom nuklir atau kebocoran reaktor nuklir, telah terbukti dapat meningkatkan risiko terkena leukemia. Bahkan, paparan berlebihan terhadap radiasi medis, seperti yang dihasilkan oleh CT scan atau radioterapi, juga dapat berkontribusi pada peningkatan risiko, meskipun dalam tingkat yang jauh lebih kecil. Para pekerja di bidang nuklir, radiologi, serta pasien yang sering menjalani terapi radiasi perlu sangat berhati-hati terhadap akumulasi paparan radiasi yang mereka terima.
3. Paparan Zat Kimia Berbahaya
Paparan jangka panjang terhadap zat kimia tertentu juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker darah. Beberapa zat yang dimaksud antara lain:
– Benzena: Sebuah bahan kimia industri yang sering terdapat dalam asap rokok, bahan bakar, dan produk pembersih industri.
– Pestisida dan herbisida: Umumnya digunakan di sektor pertanian dan dapat terakumulasi dalam tubuh jika tidak digunakan dan ditangani dengan baik.
Secara khusus, benzena telah terbukti dapat merusak DNA dalam sel darah dan berperan sebagai pemicu leukemia.
Gangguan Sistem Imun
Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker darah. Kelompok yang berisiko ini meliputi:
– Penderita HIV/AIDS
– Pasien yang menjalani transplantasi organ dan menerima imunosupresan
– Individu dengan penyakit autoimun, seperti lupus
Sistem kekebalan yang tidak berfungsi dengan baik menyebabkan tubuh kesulitan dalam mengenali dan melawan pertumbuhan sel-sel abnormal.
Infeksi Virus Tertentu
Beberapa infeksi virus diketahui dapat meningkatkan risiko terkena kanker darah, antara lain:
– Virus Epstein-Barr (EBV): terkait dengan limfoma Hodgkin dan Burkitt.
– Human T-cell Leukemia Virus (HTLV-1): berhubungan dengan leukemia sel T.
– Hepatitis C: dikaitkan dengan risiko limfoma non-Hodgkin.
– HIV: meningkatkan kemungkinan terjadinya berbagai jenis limfoma dan leukemia.
Virus-virus ini dapat merusak sistem kekebalan tubuh atau menyebabkan mutasi pada sel-sel dalam tubuh.
Faktor Genetik dan Keturunan
Riwayat keluarga yang mengalami kanker darah dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya, meskipun tidak setinggi kanker payudara atau usus besar. Beberapa kondisi genetik juga dapat berkontribusi, seperti:
– Down syndrome
– Neurofibromatosis
– Fanconi anemia
Mereka yang memiliki kerabat dekat yang pernah menderita leukemia atau limfoma disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin.
Usia dan Jenis Kelamin
Risiko kanker darah cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, meskipun beberapa tipe leukemia juga umum pada anak-anak. Selain itu, beberapa jenis kanker darah lebih sering dijumpai pada pria dibandingkan wanita.
Gaya Hidup Tidak Sehat
Meskipun bukan faktor utama, gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko kanker, termasuk kanker darah. Beberapa faktor yang berkontribusi adalah:
– Merokok: asap rokok mengandung banyak bahan karsinogen, termasuk benzena.
– Kurangnya aktivitas fisik
– Polusi udara
– Minimnya asupan buah dan sayuran
Gaya hidup yang buruk dapat melemahkan sistem kekebalan dan mempengaruhi fungsi sel tubuh.
Apakah Kanker Darah Bisa Dicegah?
Tidak semua penyebab kanker darah dapat dihindari, khususnya yang berkaitan dengan faktor genetik. Namun, beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil untuk menurunkan risiko meliputi:
– Menghindari paparan zat kimia berbahaya, terutama benzena dan pestisida.
– Menggunakan alat pelindung saat bekerja di lingkungan yang berisiko.
– Menjalani gaya hidup sehat: mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, dan menghindari rokok.
– Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker darah.
– Menjaga kebersihan tubuh untuk melindungi dari infeksi dan mendapatkan vaksinasi yang direkomendasikan.
Tanda Awal Kanker Darah yang Perlu Diwaspadai
Deteksi dini kanker darah sangatlah penting. Gejalanya sering kali tidak jelas dan mirip dengan penyakit ringan, seperti flu. Beberapa gejala umum yang patut diperhatikan meliputi:
– Kelelahan yang berlebihan
– Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
– Demam dan berkeringat di malam hari
– Memar atau perdarahan yang mudah
– Pembengkakan kelenjar getah bening
– Infeksi yang kembali berulang
– Nyeri pada tulang atau sendi
Jika gejala-gejala ini berlangsung lebih dari beberapa minggu atau semakin memburuk, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Kanker darah adalah penyakit serius yang dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Meskipun penyebab pasti penyakit ini belum sepenuhnya dipahami, berbagai faktor risiko seperti mutasi genetik, paparan zat kimia, infeksi virus, dan gangguan sistem kekebalan tubuh telah terbukti berperan dalam perkembangannya.
Dengan memahami penyebab dan faktor risiko kanker darah, kita dapat lebih waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang sesuai. Mengadopsi gaya hidup sehat, melakukan pemeriksaan secara rutin, dan menghindari paparan bahan berbahaya dapat membantu menurunkan risiko serta meningkatkan peluang deteksi dini untuk kesembuhan yang lebih baik.
Baca Juga: Infus Neurobion untuk Apa? Manfaat dan Proses Pemberiannya
Sumber: Kenali Leukemia (Kanker Darah): Gejala & Pengobatan yang Efektif. Bisa Sembuh!
