Blooming Healthcare

Gejala Cacar Monyet: Infeksi Menular yang Mirip Cacar Air

Infeksi Menular Cacar Monyet

Cacar monyet, yang kini secara resmi dikenal dengan nama mpox (monkeypox), adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Monkeypox virus dari keluarga Orthopoxvirus, yang masih satu famili dengan virus penyebab cacar (smallpox). Meskipun penyakit ini umumnya lebih ringan dibandingkan cacar variola, mpox tetap berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Awalnya, cacar monyet ditemukan pada hewan pengerat di Afrika Tengah dan Barat, dan kasus pertama pada manusia dilaporkan di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970. Sejak itu, penyakit ini terus berkembang dan mulai menjadi perhatian global setelah wabah internasional pada tahun 2022, ketika kasus mpox ditemukan di berbagai negara di luar Afrika, termasuk Indonesia. Virus ini dapat menular melalui kontak langsung dengan luka, cairan tubuh, droplet pernapasan, atau benda yang terkontaminasi (seperti sprei atau pakaian penderita). Penularan dari hewan ke manusia juga bisa terjadi melalui gigitan atau kontak dengan darah hewan liar yang terinfeksi.

Masa Inkubasi dan Perkembangan Gejala

Masa inkubasi cacar monyet, yaitu waktu antara terpapar virus hingga munculnya gejala, berkisar 5 hingga 21 hari, dengan rata-rata 7–14 hari. Gejala biasanya muncul bertahap dan berlangsung selama 2–4 minggu. Infeksi mpox umumnya melalui dua fase: fase prodromal (awal) dan fase erupsi kulit (ruam).

Gejala Awal (Fase Prodromal)

Pada fase awal, gejala cacar monyet sering menyerupai penyakit flu atau cacar air, sehingga mudah disalahartikan. Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:

1). Demam tinggi

Demam biasanya menjadi tanda pertama infeksi, dengan suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih.

2). Sakit kepala berat

Nyeri kepala sering disertai rasa tekanan di bagian pelipis atau belakang kepala.

3). Nyeri otot dan punggung

Virus menyebabkan peradangan pada jaringan otot yang menimbulkan rasa pegal hebat.

4). Kelelahan dan lemas

Pasien sering merasa lelah ekstrem meskipun tidak banyak beraktivitas.

5). Pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati)

Inilah salah satu gejala khas yang membedakan cacar monyet dari cacar air. Kelenjar getah bening, terutama di leher, ketiak, dan selangkangan, membengkak dan terasa nyeri.

Fase ini berlangsung sekitar 1–3 hari sebelum muncul ruam di kulit.

Gejala Lanjutan (Fase Erupsi atau Ruam Kulit)

Setelah fase prodromal, gejala paling khas cacar monyet mulai muncul, yaitu ruam atau lesi kulit. Ruam biasanya muncul dalam waktu 1–3 hari setelah demam.

1. Lokasi awal ruam

Ruam pertama kali muncul di wajah (sekitar 95% kasus), lalu menyebar ke bagian tubuh lain seperti tangan, kaki, dada, punggung, alat kelamin, dan telapak tangan serta kaki.

2. Perkembangan bentuk ruam

Lesi kulit berkembang melalui beberapa tahap yang khas:

  • Makula: bercak datar berwarna merah di kulit.
  • Papula: benjolan keras kecil di kulit.
  • Vesikula: benjolan berisi cairan bening.
  • Pustula: benjolan berisi cairan keruh atau nanah.
  • Keropeng (krusta): lesi mengering dan membentuk kerak sebelum akhirnya mengelupas.

Seluruh tahapan ruam ini dapat berlangsung antara 2 hingga 4 minggu, dan ketika keropeng sudah lepas, kulit akan kembali normal tanpa bekas berarti, meskipun pada beberapa kasus dapat meninggalkan jaringan parut.

3. Jumlah dan persebaran ruam

Pada kasus ringan, jumlah lesi bisa hanya beberapa puluh, tetapi pada kasus berat bisa mencapai ratusan hingga ribuan. Lesi pada alat kelamin sering menjadi tanda khas pada kasus mpox modern, terutama pada infeksi yang ditularkan melalui kontak seksual.

Gejala Tambahan dan Komplikasi

Selain gejala utama di atas, beberapa pasien dapat mengalami gejala tambahan seperti:

  • Nyeri tenggorokan dan batuk kering
  • Pembengkakan kelenjar leher dan rahang
  • Sakit perut atau diare ringan
  • Nyeri saat menelan (karena lesi di mulut atau tenggorokan)

Jika tidak diobati dengan benar, mpox dapat menyebabkan komplikasi serius, di antaranya:

  1. Pneumonia virus, akibat penyebaran infeksi ke paru-paru
  2. Infeksi sekunder bakteri pada kulit
  3. Keratitis dan kehilangan penglihatan bila lesi menyebar ke mata
  4. Ensefalitis atau peradangan otak (jarang tetapi berbahaya)
  5. Dehidrasi berat akibat demam tinggi dan luka menyebar luas

Tingkat kematian akibat cacar monyet bervariasi tergantung jenis virusnya. Strain Afrika Tengah memiliki tingkat kematian hingga 10%, sedangkan strain Afrika Barat yang dominan dalam wabah global belakangan ini lebih ringan dengan angka kematian di bawah 1%.

Gejala Cacar Monyet pada Anak dan Wanita Hamil

Anak-anak, bayi, dan ibu hamil termasuk kelompok berisiko tinggi. Pada anak-anak, gejala berkembang lebih cepat dan ruam cenderung lebih luas. Sistem imun yang belum matang membuat anak lebih mudah mengalami komplikasi seperti infeksi paru atau dehidrasi. Pada ibu hamil, infeksi mpox dapat menyebabkan komplikasi serius seperti keguguran, kelahiran prematur, atau penularan ke janin (transplacental transmission). Oleh karena itu, pencegahan sangat penting, terutama pada ibu hamil yang tinggal di wilayah dengan laporan kasus aktif.

Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air

Karena gejalanya mirip, banyak orang keliru membedakan cacar monyet dengan cacar air. Perbedaan utama antara keduanya adalah:

AspekCacar Monyet (Mpox)Cacar Air (Varicella)
PenyebabVirus MonkeypoxVirus Varicella-zoster
Pembengkakan kelenjarAda (leher, ketiak, selangkangan)Tidak ada
RuamMenyebar dari wajah ke seluruh tubuh, termasuk telapak tangan & kakiMuncul di dada & punggung, jarang di telapak tangan & kaki
Bentuk lesiSeragam (tahap ruam muncul bersamaan)Tidak seragam (ada yang baru & lama bersamaan)
Lama penyakit2–4 minggu7–10 hari

Perbedaan ini penting untuk diagnosis awal, meskipun konfirmasi tetap memerlukan pemeriksaan laboratorium seperti PCR virus mpox.

Cara Diagnosis

Diagnosis cacar monyet ditegakkan melalui kombinasi pemeriksaan klinis dan laboratorium. Dokter akan memeriksa riwayat perjalanan pasien, riwayat kontak dengan penderita, serta melihat ciri khas ruam kulit. Pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) dari cairan lesi atau darah pasien merupakan metode paling akurat untuk mendeteksi virus mpox. Pemeriksaan tambahan seperti serologi (antibodi IgM/IgG) dapat dilakukan untuk mendukung diagnosis, meski tidak seakurat PCR.

Penanganan dan Perawatan

Hingga kini, belum ada obat antivirus khusus yang dikhususkan untuk mpox, namun sebagian besar pasien dapat sembuh dengan perawatan suportif.

Prinsip pengobatan meliputi:

  • Istirahat total dan cukup cairan.
  • Obat penurun demam dan nyeri (parasetamol atau ibuprofen).
  • Menjaga kebersihan kulit untuk mencegah infeksi sekunder.
  • Menutup luka dengan kain steril dan tidak menggaruk lesi.
  • Pemberian antivirus seperti tecovirimat dapat digunakan untuk kasus berat, atas rekomendasi dokter.

Pasien disarankan melakukan isolasi hingga semua luka mengering dan keropeng terlepas, karena virus masih dapat menular selama periode tersebut. Layanan home care seperti Blooming Health Care dapat membantu pemantauan pasien mpox ringan di rumah dengan pengawasan medis, edukasi higienitas, serta perawatan luka yang aman.

Pencegahan

Pencegahan cacar monyet dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Hindari kontak langsung dengan pasien yang memiliki ruam mencurigakan.
  2. Gunakan masker dan sarung tangan bila merawat pasien.
  3. Cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer setelah kontak dengan orang atau benda yang terpapar.
  4. Hindari kontak dengan hewan liar, terutama tikus dan monyet.
  5. Vaksinasi dengan vaksin smallpox generasi baru seperti MVA-BN (Jynneos) terbukti memberikan perlindungan silang terhadap virus mpox.

Penyakit Cacar monyet atau mpox 

Cacar monyet atau mpox adalah penyakit menular yang dapat menyerang siapa saja. Gejalanya dimulai dengan demam, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening, diikuti ruam kulit yang khas menyebar ke seluruh tubuh. Meski kebanyakan kasus bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri, penyakit ini tetap perlu diwaspadai karena risiko komplikasi dan penularan cukup tinggi. Dengan mengenali gejala sejak dini, melakukan isolasi mandiri, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan, penyebaran virus dapat dicegah secara efektif. Kesadaran masyarakat dan peran tenaga medis seperti Blooming Health Care sangat penting dalam memberikan edukasi dan deteksi dini untuk melindungi diri dan keluarga dari infeksi mpox.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan layanan lengkap dari Blooming Health Care. Kami menyediakan jasa vaksinasi, infus vitamin, dan perawatan homecare profesional langsung ke rumah—aman, nyaman, dan ditangani tenaga medis berpengalaman. Tanpa antre, tanpa repot, cukup hubungi kami dan tim kami akan datang ke lokasi Anda. 

Blooming Health Care, solusi sehat dan praktis di era modern. Hubungi WA kami 0813 9077 7205 untuk konsultasi lebih lanjut.

Daftar Referensi

  • World Health Organization. (2023). Monkeypox (Mpox) Fact Sheet.
  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023). Mpox Signs and Symptoms.
  • The Lancet Infectious Diseases. (2022). Clinical Features and Outcomes of Monkeypox.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Cacar Monyet.
  • Blooming Health Care. (2024). Edukasi Penyakit Menular dan Pencegahan Mpox di Lingkungan Rumah.

Baca Juga: HIV/AIDS: Penyakit Menular yang Menjadi Tantangan Global