Blooming Healthcare

Gejala Diabetes Tipe 5 (LADA) yang Perlu Diketahui

Diabetes Tipe 5

Diabetes tipe 5 atau LADA (Latent Autoimmune Diabetes in Adults) merupakan bentuk diabetes yang unik dan sering kali tidak terdiagnosis dengan tepat. Penyakit ini memiliki ciri gabungan antara diabetes tipe 1 dan tipe 2: bersifat autoimun seperti tipe 1, tetapi berkembang perlahan seperti tipe 2.

LADA biasanya muncul pada usia dewasa, terutama setelah usia 30 tahun, dan sering salah didiagnosis sebagai diabetes tipe 2 karena gejalanya berkembang secara bertahap. Namun, perbedaannya adalah pada LADA, sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta pankreas yang memproduksi insulin—sama seperti pada tipe 1—sehingga pada akhirnya penderita akan membutuhkan suntikan insulin permanen.

Penyakit Diabetes Melitus

Mekanisme dan Penyebab

Penyebab utama diabetes tipe 5 (LADA) adalah reaksi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh salah mengenali sel pankreas sebagai ancaman dan menghancurkannya. Kerusakan ini membuat tubuh kekurangan insulin secara perlahan.

Faktor-faktor yang berkontribusi meliputi:

  • Genetik (keturunan): Riwayat keluarga dengan diabetes tipe 1 atau penyakit autoimun lain meningkatkan risiko.
  • Faktor lingkungan: Infeksi virus tertentu atau stres berat dapat memicu respons imun berlebihan.
  • Gaya hidup: Pola makan tinggi gula dan lemak jenuh dapat mempercepat penurunan fungsi insulin.
  • Usia: Umumnya terjadi pada usia dewasa muda hingga pertengahan (30–50 tahun).

Karena proses autoimun berjalan perlahan, penderita LADA sering tampak seperti pasien diabetes tipe 2 di awal, tetapi dalam waktu 3–5 tahun kemampuan tubuh menghasilkan insulin akan menurun drastis.

Gejala Utama Diabetes Tipe 5

Gejala diabetes tipe 5 mirip dengan diabetes lainnya, namun berkembang lebih lambat. Berikut tanda-tanda yang perlu diwaspadai:

1. Sering Buang Air Kecil (Poliuria)

Tingginya kadar gula darah menyebabkan ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urin. Akibatnya, penderita lebih sering buang air kecil, bahkan di malam hari.

2. Haus Berlebihan (Polidipsia)

Tubuh kehilangan banyak cairan akibat buang air kecil terus-menerus, sehingga penderita merasa haus ekstrem dan membutuhkan asupan air lebih banyak dari biasanya.

3. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab

Berbeda dengan diabetes tipe 2 yang sering terkait dengan kelebihan berat badan, penderita LADA justru cenderung kehilangan berat badan karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi dan mulai memecah lemak serta otot.

4. Kelelahan dan Lemah Otot

Kurangnya insulin menyebabkan glukosa tidak bisa masuk ke sel tubuh, sehingga energi berkurang drastis. Pasien sering merasa mudah lelah, lesu, dan tidak bertenaga meskipun sudah cukup makan atau beristirahat.

5. Penglihatan Kabur

Kadar gula darah tinggi menyebabkan perubahan cairan di dalam mata yang memengaruhi fokus penglihatan. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat berkembang menjadi retinopati diabetik.

6. Luka yang Sulit Sembuh

Peningkatan gula darah memperlambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi kulit atau kaki diabetik.

7. Kesemutan atau Mati Rasa

Kerusakan saraf perifer (neuropati diabetik) dapat menyebabkan sensasi terbakar, kesemutan, atau mati rasa pada tangan dan kaki.

8. Sering Terkena Infeksi

Kadar gula darah tinggi menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur, terutama pada kulit, gusi, dan saluran kemih.

Perbedaan Diabetes Tipe 5 dengan Tipe 2

Meskipun terlihat serupa di awal, terdapat perbedaan mendasar antara diabetes tipe 5 (LADA) dan diabetes tipe 2:

AspekDiabetes Tipe 2Diabetes Tipe 5 (LADA)
Usia AwalUmumnya di atas 40 tahun30–50 tahun
PenyebabResistensi insulinAutoimun menyerang sel pankreas
Kebutuhan InsulinKadang diperlukan, tergantung progres penyakitPasti diperlukan dalam 3–5 tahun
Kondisi TubuhBiasanya obesitasNormal atau kurus
Antibodi AutoimunTidak adaAda (GAD, ICA, IA-2)

Tes darah khusus seperti pemeriksaan antibodi GAD (Glutamic Acid Decarboxylase) dan C-peptide digunakan untuk membedakan LADA dari diabetes tipe 2.

Dampak dan Komplikasi

Jika tidak dideteksi dini, diabetes tipe 5 dapat menyebabkan berbagai komplikasi jangka panjang, termasuk:

  • Kerusakan saraf (neuropati)
  • Gagal ginjal (nefropati diabetik)
  • Kerusakan retina (retinopati diabetik)
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Risiko ketoasidosis diabetik (DKA) — kondisi berbahaya akibat kekurangan insulin berat yang dapat menyebabkan koma bahkan kematian.

Kelebihan kadar glukosa yang berlangsung lama juga mempercepat proses penuaan sel, menurunkan daya tahan tubuh, serta mengganggu metabolisme hormon lainnya.

Diagnosis

Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan kadar gula darah puasa, tes HbA1c (rata-rata kadar gula darah tiga bulan terakhir), serta deteksi antibodi autoimun (GAD, ICA, IA-2). Tes C-peptide juga penting untuk menilai apakah pankreas masih memproduksi insulin. Pasien LADA biasanya memiliki kadar C-peptide rendah dan antibodi positif. Inilah yang membedakannya dari tipe 2 yang umumnya masih memiliki produksi insulin cukup tinggi.

Pengobatan dan Penanganan

Hingga kini, belum ada obat untuk menyembuhkan diabetes tipe 5. Tujuan pengobatan adalah menjaga kadar gula darah tetap stabil, mencegah komplikasi, dan memperlambat kerusakan sel pankreas.

Beberapa pendekatan pengobatan meliputi:

1). Insulin

Sebagian besar penderita akhirnya memerlukan suntikan insulin setiap hari untuk menggantikan hormon yang hilang.

2). Pola Makan Sehat

Diet seimbang dengan karbohidrat kompleks, serat tinggi, dan lemak sehat penting untuk menjaga kestabilan gula darah.

3). Aktivitas Fisik Teratur

Olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kebugaran.

4). Pemantauan Rutin

Pemeriksaan gula darah harian, HbA1c tiap 3 bulan, serta fungsi ginjal dan mata perlu dilakukan secara berkala.

5). Dukungan Home Care dan Edukasi

Layanan seperti Blooming Health Care dapat membantu pasien mengelola terapi insulin di rumah, memantau kadar gula darah, serta memberikan edukasi tentang pola hidup sehat yang sesuai dengan kondisi penderita.

Pencegahan

Meskipun faktor genetik berperan kuat, risiko diabetes tipe 5 dapat ditekan melalui gaya hidup sehat: menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi, menghindari stres berlebihan, tidur cukup, dan berolahraga rutin. Deteksi dini pada orang dengan riwayat keluarga diabetes juga sangat penting.

Diabetes Tipe 5 atau LADA

Diabetes tipe 5 atau LADA merupakan bentuk diabetes autoimun yang berkembang perlahan dan sering disalahartikan sebagai tipe 2. Gejalanya meliputi kelelahan, haus berlebihan, penurunan berat badan, dan sering buang air kecil. Pengenalan dini terhadap gejala dan pemeriksaan antibodi autoimun sangat penting untuk menentukan terapi insulin tepat waktu dan mencegah komplikasi. Dengan pengobatan teratur, gaya hidup sehat, serta dukungan layanan kesehatan seperti Blooming Health Care, penderita diabetes tipe 5 dapat tetap hidup produktif dan menjaga kualitas hidup optimal.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan layanan lengkap dari Blooming Health Care. Kami menyediakan jasa vaksinasi, infus vitamin, dan perawatan homecare profesional langsung ke rumah—aman, nyaman, dan ditangani tenaga medis berpengalaman. Tanpa antre, tanpa repot, cukup hubungi kami dan tim kami akan datang ke lokasi Anda. 

Blooming Health Care, solusi sehat dan praktis di era modern. Hubungi WA kami 0813 9077 7205 untuk konsultasi lebih lanjut.

Daftar Referensi

  • American Diabetes Association (ADA). (2023). Classification and Diagnosis of Diabetes.
  • World Health Organization. (2023). Global Diabetes Report.
  • Diabetologia Journal. (2022). Latent Autoimmune Diabetes in Adults (LADA): Diagnosis and Management.
  • Harvard Health Publishing. (2023). Understanding Autoimmune Diabetes.
  • Blooming Health Care. (2024). Edukasi Home Care untuk Pasien Diabetes dan Manajemen Gula Darah.

Baca Juga: Pneumonia: Infeksi Paru-Paru yang Berbahaya