Blooming Healthcare

Demam Naik Turun pada Anak dan Kapan Harus Waspada

Demam naik turun pada anak merupakan salah satu keluhan yang paling sering membuat orang tua khawatir. Anak tampak panas, lalu suhu tubuhnya turun setelah diberi obat penurun panas atau dikompres, tetapi beberapa jam kemudian demam muncul kembali. Kondisi ini sering terjadi pada bayi dan anak-anak karena sistem imun mereka masih berkembang dan sedang belajar merespons berbagai infeksi.

Penting untuk dipahami bahwa demam bukanlah penyakit, melainkan tanda bahwa tubuh anak sedang melawan sesuatu. Namun, tidak semua demam boleh dianggap ringan. Memahami penyebab demam naik turun, cara menanganinya dengan benar, serta tanda bahaya yang perlu diwaspadai akan membantu orang tua bersikap lebih tenang dan tepat.

Konsultasi Demam Anak

Apa Itu Demam pada Anak?

Demam adalah peningkatan suhu tubuh di atas normal, umumnya ≥38°C jika diukur dengan termometer. Pada anak, demam merupakan respons alami sistem imun terhadap infeksi virus, bakteri, atau peradangan lain. Ketika tubuh mendeteksi adanya kuman, otak akan menaikkan “set point” suhu tubuh untuk membantu melawan penyebab infeksi tersebut. Demam naik turun berarti suhu tubuh anak tidak stabil dalam satu periode waktu tertentu. Suhu bisa tinggi pada pagi atau malam hari, lalu turun di waktu lain, kemudian naik kembali selama penyebabnya masih ada.

Mengapa Demam Anak Bisa Naik Turun?

Ada beberapa alasan mengapa demam pada anak tidak selalu konstan. Pertama, efek obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen bersifat sementara. Ketika efek obat habis, suhu tubuh dapat kembali naik jika infeksi belum sembuh. Kedua, suhu tubuh manusia memiliki ritme alami. Pada sore dan malam hari, suhu tubuh cenderung lebih tinggi dibandingkan pagi hari. Karena itu, demam anak sering terlihat “naik lagi” di malam hari meski siang tampak membaik. Ketiga, sistem imun anak masih aktif melawan penyebab infeksi. Selama proses ini berlangsung, tubuh dapat berulang kali menaikkan suhu sebagai bagian dari mekanisme pertahanan.

Penyebab Umum Demam Naik Turun pada Anak

Sebagian besar kasus demam naik turun pada anak disebabkan oleh kondisi yang umum dan sering kali tidak berbahaya, tetapi ada juga penyebab yang perlu perhatian khusus.

1. Infeksi Virus

Infeksi virus adalah penyebab paling sering demam naik turun pada anak. Contohnya flu, batuk pilek, infeksi saluran pernapasan atas, dan virus penyebab diare. Demam akibat virus biasanya berlangsung 2–5 hari dan dapat naik turun selama periode tersebut.

Pada infeksi virus, kondisi umum anak sering kali masih cukup baik, terutama saat demam turun. Anak mungkin masih mau bermain meski nafsu makannya menurun.

2. Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih, radang tenggorokan bakteri, pneumonia, atau infeksi telinga dapat menyebabkan demam naik turun yang lebih lama. Pada kondisi ini, anak biasanya tampak lebih lemas, rewel, atau tidak aktif.

Demam akibat infeksi bakteri umumnya tidak sembuh hanya dengan obat penurun panas dan memerlukan antibiotik sesuai resep dokter.

3. Imunisasi

Setelah imunisasi, sebagian anak dapat mengalami demam ringan hingga sedang yang naik turun selama 1–3 hari. Ini merupakan reaksi normal tubuh saat membentuk kekebalan dan biasanya akan hilang dengan sendirinya.

4. Tumbuh Gigi

Pada bayi dan balita, tumbuh gigi dapat menyebabkan kenaikan suhu ringan. Namun, demam akibat tumbuh gigi biasanya tidak tinggi. Jika suhu tubuh anak tinggi atau disertai gejala lain, kemungkinan ada penyebab lain selain tumbuh gigi.

5. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih pada anak, terutama bayi dan balita, sering hanya ditandai dengan demam naik turun tanpa gejala spesifik lain. Kondisi ini sering terlewat dan memerlukan pemeriksaan urine untuk memastikan diagnosis.

6. Penyakit Infeksi Tertentu

Penyakit seperti demam berdarah, tifus, atau infeksi lain dapat menyebabkan demam naik turun dengan pola tertentu. Pada kondisi ini, demam sering disertai gejala lain seperti nyeri tubuh, ruam, muntah, atau penurunan nafsu makan yang signifikan.

Gejala yang Perlu Diperhatikan Selain Demam

Selain perubahan suhu tubuh, orang tua perlu memperhatikan kondisi umum anak. Beberapa gejala penyerta yang penting antara lain anak tampak sangat lemas, tidak mau minum, muntah berulang, diare berat, nyeri saat buang air kecil, batuk berat, ruam pada kulit, atau kejang.

Kondisi umum anak sering kali lebih penting daripada angka suhu di termometer.

Cara Mengatasi Demam Naik Turun pada Anak di Rumah

Sebagian besar demam pada anak dapat ditangani di rumah dengan perawatan yang tepat dan pemantauan yang baik. Pertama, berikan obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis berat badan dan usia anak. Obat ini bertujuan membuat anak lebih nyaman, bukan menyembuhkan penyebab demam.

Kedua, pastikan anak mendapatkan cairan yang cukup. Demam meningkatkan risiko dehidrasi, sehingga anak perlu sering minum air putih, ASI, susu, atau oralit. Ketiga, pakaikan anak pakaian tipis dan nyaman. Hindari membungkus anak terlalu tebal karena dapat menghambat pelepasan panas tubuh.

Keempat, lakukan kompres hangat di dahi, ketiak, atau lipatan paha. Kompres hangat membantu menurunkan suhu secara perlahan dan aman. Kelima, biarkan anak beristirahat. Anak tidak perlu dipaksa bermain atau makan banyak jika sedang tidak nyaman.

Hal yang Tidak Dianjurkan Saat Anak Demam

Beberapa hal yang sebaiknya dihindari antara lain memberikan antibiotik tanpa resep dokter, memandikan anak dengan air dingin, menggunakan alkohol untuk kompres, serta memaksa anak makan ketika nafsu makannya menurun. Penggunaan obat yang tidak tepat justru dapat memperburuk kondisi anak.

Kapan Demam Naik Turun Harus Dibawa ke Dokter?

Orang tua perlu segera membawa anak ke dokter jika demam disertai tanda-tanda berikut: demam pada bayi usia di bawah 3 bulan, demam berlangsung lebih dari 3 hari, suhu tubuh sangat tinggi (≥39°C), anak tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan, kejang, muntah terus-menerus, tanda dehidrasi, nyeri hebat, ruam yang tidak hilang saat ditekan, atau perdarahan seperti mimisan dan bintik merah mencurigakan. Demam naik turun tanpa penyebab jelas juga sebaiknya diperiksakan untuk memastikan tidak ada infeksi serius.

Apakah Demam Naik Turun Berbahaya?

Sebagian besar demam naik turun pada anak tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya. Demam merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh. Bahaya muncul jika demam merupakan tanda penyakit serius atau tidak ditangani dengan tepat. Pemantauan yang baik dan kewaspadaan terhadap tanda bahaya adalah kunci utama.

Cara Mencegah Demam Berulang pada Anak

Beberapa langkah pencegahan meliputi menjaga kebersihan tangan, memastikan imunisasi lengkap, memberikan makanan bergizi seimbang, memastikan anak cukup istirahat, serta menjaga kebersihan lingkungan. Sistem imun yang baik membantu anak melawan infeksi dengan lebih efektif.

Demam naik turun pada anak adalah kondisi yang sering terjadi dan umumnya berkaitan dengan infeksi, terutama virus. Meski sering membuat orang tua khawatir, sebagian besar kasus dapat ditangani di rumah dengan perawatan sederhana dan pemantauan yang tepat. Orang tua perlu memahami bahwa demam adalah sinyal tubuh anak, bukan musuh yang harus selalu diturunkan. Dengan pengetahuan yang tepat, orang tua dapat membedakan demam yang masih aman dipantau di rumah dan demam yang memerlukan pemeriksaan medis segera.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan layanan lengkap dari Blooming Health Care. Kami menyediakan jasa vaksinasi, infus vitamin, dan perawatan home care profesional langsung ke rumah, aman, nyaman, dan ditangani tenaga medis berpengalaman. Tanpa antre, tanpa repot, cukup hubungi kami dan tim kami akan datang ke lokasi Anda. Blooming Health Care siap melayani Anda dalam Bahasa Inggris, Indonesia, dan Mandarin untuk pengalaman perawatan yang lebih nyaman dan personal.

Blooming Health Care, solusi sehat dan praktis di era modern. Hubungi WA kami 0813 9077 7205 untuk konsultasi lebih lanjut.

Referensi

  • Mayo Clinic. Fever in Children: Symptoms and Causes.
  • American Academy of Pediatrics. Fever and Your Child.
  • Cleveland Clinic. Fever in Children: What Parents Should Know.
  • World Health Organization. Management of Fever in Children.

Baca Juga: Coping Stress Akibat Bullying: Cara Menghadapi Tekanan